 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Other | | Location: | Gowok, Yogyakarta |
Warung kopi-nya anak muda yang santai, murah, meriah, dan nikmat... Mungkin itulah kata yang bisa mewakili kopi Blandongan.
Pertama kali sampai di tempat ini, saya tak mengira bahwa inilah warung kopi murah meriah yang terkenal itu. Dalam bayangan saya adalah warung kopi berbentuk bangunan besar dengan material bambu, kursi ditata berkelompok dalam setiap meja, orang-orang tampak tenang berbincang sambil menikmati kopi yang disajikan, dan alunan musik yang lembut mengiringi. Namun bayangan saya sirna ketika baru sampai di depan warung dan memarkir mobil di pinggir jalan.
Warung ini didirikan di tanah seluas kira-kira seperempat lapangan bola. Pagarnya adalah pagar bambu seadanya setinggi pinggang orang dewasa. Begitu memasuki gerbang pagar yang dipasangi spanduk nama warung, kita langsung memasuki halaman yang luas dengan bangunan semi permanen dari bambu di kanan kiri bidang tanah. Sepeda motor para pengunjung berderet di pinggir tiap bangunan. Di tengah halaman, beratap langit mendung malam itu, dijajar meja kursi kayu panjang dengan bentuk sangat bersahaja. Persis bangku dan kursi warung-warung di desa. Hanya panjang tanpa detail apapun. Kayu yang dipakai pun bukan kayu yang istimewa. Lalu di ujung halaman ada sebuah bangunan kecil yang terlihat terang benderang. Disanalah segala minuman dan makanan dipesan, diracik, dan dibayarkan.
Makanannya gak beda jauh dengan makanan angkringan, atau hik kalau orang Solo bilang. Ada berbagai macam gorengan, ada kue2 sederhana seharga tak lebih dari Rp. 1.000,-, kerupuk, kacang kulit, nasi kucing, supermie, dll. Sementara minumannya yang agak berbeda dengan warung angkringan. Berbagai minuman dengan bahan dasar kopi disajikan. Mulai dari kopi tubruk sampai kopi instant, kopi susu blandongan hingga coffee mix yang tinggal sedu. Yang menarik adalah nama minumannya yang terasa vulgar, misalnya "KOTANG" untuk menyebut kopi tanggung, Atau "KOTANGSU" alias kopi tanggung dengan susu. Nah, tapi jika tubuh tidak bisa kompromi dengan kopi, ada berbagai pilihan lain mulai dari jeruk panas, wedang jahe, es susu hingga es teh. Untuk satu cangkir kopi tubruk Blandongan harganya cuma Rp. 1.500,- Selisih jauh dibanding harga espresso di Excelso, atau di Starbuck.
Aku bersama Ozel dan Inge waktu itu, teman-teman baruku. Aku memesan teh blandongan dengan sedikit gula. Teh tubruk biasa. Inge memesan coffee mix, dan Ozel memilih tidak memesan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, aku mengamati sekeliling. Rata-rata pengunjungnya memang anak muda dan kalangan mahasiswa. Kebanyakan datang berkelompok lebih dari 3 orang, tapi ada juga pasangan anak muda yang sepertinya sedang pacaran. Di bangunan semi permanen pengunjung duduk berlesehan. Suasana sedikit riuh karena masing-masing tertawa, bercakap dan bercanda. Tapi duduk di bawah langit mendung memang membuat merasaa lebih bebas tak ada yang membatasi gerak dan suara.
Tak lama kemudian pesanan datang. Pesananku datang, disajikan dalam cangkir old style berwarna putih dengan bunga merah lengkap dengan tatakan dan tutupnya. Duh, aku naksir cangkirnya. Hahaha... Kekhasan warung kopi kampung pun segera terasa, terlihat dari penyajiannya. Cangkir old style, dan kopi yang berleleran hingga keluar cangkir. Sesuatu yang tidak kita temui kalau kita pesan kopi di caffe.
Rasa kopinya? Juga mengingatkan pada rasa kopi kampung. Rasa tanah yang menyeruak diantara sedap pahit kopi. Kekentalan yang cukup untuk penggemar kopi, rasa yang tajam, namun terkesan proses penggorengan yang kurang sempurna, terlalu matang. Tapi kopi ini jelas jenis kopi Robusta, bukan Arabica. Aku segera teringat rasa kopi Brontoseno dari Kediri. Mirip-mirip dengan kopi ini.
Ketika aku sempat berbicara dengan mas di meja kasir -- yang namanya aku lupa. Dikatakan bahwa kopinya dari Jombang. "Jombang?" tanyaku. "Di Jombang gak ada perkebunan kopi mas... Biasanya kalau kopi Jawa Timur tu di daerah Jember, Lumajang, Pasuruan, Banyuwangi... " Si mas ngotot mengatakan bahwa kopi itu berasal dari Jombang. Belakangan aku tahu Blandongan adalah sebuah wilayah dekat Pasuruan, Jawa Timur, dimana terdapat banyak warung kopi di pinggir jalan.
Jam 21.00 lebih kami meninggalkan warung. Suasana makin ramai. Pengunjung makin banyak. Semuanya anak muda usia... "Hey, tidak belajarkah kalian?" Hahaha... Sambil meninggalkan warung kutengok ke belakang, kubaca tulisan di spanduk gerbang halaman... “Cegah Anak-anak Indonesia dari Kekurangan Kopi” Hahaha... ada-ada saja!! 
 | tapi onok gudeg ra? lek rak onok, forget it lah yauwww... :) |
 | Hahaha... ndak ada mbak... ini menunya semacem angkringan kok... Salam kenal ya mbak! |
 | itu cangkirnya....komplit pake tutup..naksir. cangkir dan tatakan pake tutup itu kan langka Haley... TFS ya |
 | lha kalo KOTANG itu piye? belum pernah tau kopi tanggung itu spt apa :) |
 | Aku wis kapok minum kopi. Bulan lalu maag ku kumat gara-gara minum kopi disuguhi mertua. Lumayan parah sih. Alhamdulillah sekarang sudah baik. |
 | Yah...kelewatan deh waktu gue ke jogja!!!! Itu cangkir..gue naxir berat!!! |
 | wah saya penggemar kopi sejati, next week saya ke jogja. dan akan saya coba |
 | cutyfruty wrote on Feb 12, '07, edited on Feb 12, '07 Waaa... ya lain kali ditolak dong mbakkk. Sungkan ya mau nolak?  Aku sih nggak sungkan. Akunya aja yang bandel. Leo sudah kasih tahu kalau aku harus stop minum kopi, tapi kepingin banget. Maklum kan dingin sekarang karena winter. Walaupun melknya sudah banyak, tetapi ternyata masih keras juga kopinya. Makanya setelah itu, aku nggak mau lagi kalau disuguhi kopi di rumah mami. Aku pilih minuman coklat panas saja. Lebih aman buat maag ku. |
 | wah kpi yo enak tenan.....hee si stop ko gandegane piye.....
pagi2 isap rokok....trus temennya mana......he he..hee.... |
 | jarang2 nemu MOTO yang unik kayak gini..tuuuh.. kan..sebetulnya bakat2 orang2 pinter banyak kita jumpai dimana2.. ya gaa ? |
 | mbak Haley....aku baru minggu lalu balik dari Jogja, kok gak nemu ini ya...aduh, payah nih guideku disana hehehe Tp aku nemu tempat yg menurutku sih sama uniknya, dan pengunjungnya mahasiswa juga kebanyakan. Menunya emang cuma minuman doang tp namanya unik unik...mau aku upload ke mp |
 | ndo kopi susu sak pentile yo...wekekekekeke |
 | udah coba angkringan sebelah utara stasiun tugu belum? disana kesohor banget teh panasnya.....nasgitel, muantap...! |
| |