"...apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan." Maleakhi 3:10b
Hari ini di Gereja diadakan perayaan panen yang biasa disebut Riyoyo Unduh-Unduh. Saatnya untuk memberikan persembahan panen bagi pekerjaan Tuhan. Untuk tahun ini, persembahan akan dipakai untuk mewujudkan gedung sekolah minggu yang saat ini harus bergantian dengan 2 ruangan yang ada.
Memang biasanya hanya gereja jawa (GKJ, GKJTU, GKJW) yang mengadakan. Sebenarnya sudah tidak kontekstual, karena jemaat tidak lagi bekerja di sektor agraris. Berbeda dengan puluhan tahun lalu saat aku masih kecil, Riyoyo Unduh-Unduh benar-benar ramai dan membuat gereja berubah seperti pasar karena setiap jemaat mempersembahkan hasil panen dan produksi rumahnya. Uh, kenangan yang kurindu :)
Beberapa tahun ini, Riyoyo Unduh-Unduh mulai diaktifkan lagi. Namun agaknya di gerejaku masih malu-malu. Riyoyo Unduh-Unduh ini cuma mampu menampilkan sedikit persembahan barang. Jemaat mencari yang praktis saja, yaitu persembahan uang.
Persembahan barang yang sedikit ini dilelang kepada pembeli tertinggi. Satu tandan pisang laku Rp 200.000,-, satu tampah kedelei dan kacang rebus terjual rp 50.000,- dan satu bakul kentang serta ketela rambat dilelang seharga Rp 76.000.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Roma 11:36
sepertinya emang udah jarang ya,..????? kebanyakan emang orang ingin yang praktis saja. "Kebiasaan" ini sepertinya masih cukup kuat di gereja-gereja sekitar mamasa - polewali - atau toraja. ( GTM, ) Di sana bisa saja tiap minggu diadakan lelang kalau ada warga yang kasih persembahan barang.
"Kebiasaan" ini sepertinya masih cukup kuat di gereja-gereja sekitar mamasa - polewali - atau toraja. ( GTM, ) Di sana bisa saja tiap minggu diadakan lelang kalau ada warga yang kasih persembahan barang.
Wah, bagus sekali ya persembahan minggu-nya berupa barang, apalagi di daerah yang tidak kebanyakan jemaatnya bukan "pegawai", persembahan barang justru lebih kontekstual...
Di GKJW Mojowarno, perayaan Undhuh2 lengkap dengan prosesi arak-arakan karnaval bangunan dari hasil bumi/palawija masih eksis hingga sekarang, mbak Haley... walau saya sendiri tidak setiap tahun bisa mengikutinya..
Di GKJW Mojowarno, perayaan Undhuh2 lengkap dengan prosesi arak-arakan karnaval bangunan dari hasil bumi/palawija masih eksis hingga sekarang, mbak Haley... walau saya sendiri tidak setiap tahun bisa mengikutinya..
Betul mas, saya suatu saat pengen ngikuti prosesi riyoyo unduh2 disana...