Rumah yang Ramai 

Dulu saat masih kecil, rumah kami ramai dengan banyak anggota keluarga. Selain bapak ibu dan 8 anaknya, ada 2 orang keponakan ibu yang ikut bersama kami, lalu 2 orang lagi yang sudah seperti anggota keluarga. Aku masih ingat kamar tidur yang tak seberapa banyak ini diisi dengan dua buah tempat tidur. Maklum, kamarnya cukup besar. Lalu ada juga ruang yang cuku luas lalu disekat dengan lemari agar bisa dijadikan kamar untuk masku. Maklum, kami keluarga sederhana.

Mbah Nem

Dua orang yang yang sudah kami anggap seperti anggota keluarga sendiri ialah Mbah Nem dan anaknya, Lik Yem. Mereka berasal dari Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. Tak jauh dari Solo. Mbah Nem tadinya merantau dari desa untuk berdagang dan "motangke" (memberikan jasa pinjaman/hutang). Semula kontrak rumah tak jauh dari rumah kami. Namun bisnis Mbak Nem ini lambat laun mandeg, dan bangkrut, karena orang kampung yang berhutang sering ngemplang, tidak membayar hutang. Sampai suatu ketika Mbak Nem dan Lik Yem diminta tinggal di rumah kami dan membantu keluarga kami. Waktu itu aku belum lahir. Sekitar pertengahan tahun 1960'an.

Baik Mbah Nem dan Lik lah yang mengasuh kami semua (aku sendiri lebih banyak diasuh Lik Yem, beliau ini sudah seperti ibu keduaku). Membantu membersihkan rumah, dan memasak. Yang kuingat, masakan Mbah Nem ini luar biasa sedapnya. Sampai sekarang di rumah kami tak ada yang bisa menandingi kesedapan masakan Mbak Nem. Apalagi masakan lombok ijonya. Luar biasaaa!!!

Tahun 1980'an Mbak Nem dan Lik Yem memutuskan pulang ke desa. Kami sekeluarga
mengantar dengan sebuah (atau dua buah?) mobil colt sewaan. Waktu itu aku masih kecil, tapi aku masih ingat rumah Mbah Nem yang lama, di kaki sebuah bukit. Beberapa tahun kemudian, Mbah Nem membangun rumah di tengah desa. Kami sekeluarga pun kembali mengunjungi mereka untuk ikut slup-slupan (memasuki rumah baru).

Tahun 90-an awal, Mbah Nem meninggal. Bapakku menyewa sebuah bus yang mampu memuat 50'an penumpang supaya seluruh kampung bisa ikut melayat Mbah Nem di desa.
Sayang saat aku banyak bergaul dengan Mbah Nem aku belum sempat bergumul intensif dengan dunia dapur. Andai waktu bisa diputar kembali, aku ingin belajar memasak dari Mbah Nem.

Sambel Goreng Blimbing Wuluh

Salah satu masakan Mbah Nem yang kami sekeluarga ingat adalah sambel goreng blimbing wuluh. Kebetulan dulu kami punya sebidang tanah kosong di sebelah rumah. Di  tengah tanah tersebut ada sebuah pohon belimbing wuluh yang lebat buahnya. Seringkali buahnya busuk berjatuhan begitu saja meski sudah banyak dipetik untuk dikonsumsi sendiri maupun tetangga. Oleh Mbah Nem blimbing wuluh ini dimasak sambel goreng.

Pada saat aku merasakannya pertama kali dua puluhan tahun lalu, aku merasa masakan ini sang
at ajaib. Blimbing wuluh yang rasanya sangat asam, biasanya hanya dipakai sebagai pelengkap dan pemberi rasa asam beberapa jenis masakan. Namun dalam sambel goreng ini, blimbing wuluh menjadi bahan utama masakan. Ya, blimbing wuluh lah yang dibuat sambel goreng, seperti kita membuat sambel goreng labu siam, sambel goreng krecek, sambel goreng kacang tolo, dlsb.

Kenangan ini muncul ketika beberapa minggu yang lalu masku membawakan sekeranjang
kecil blimbing wuluh. Kerinduan akan masakan Mbah Nem, rindu merasakan kesegaran sambel goreng blimbing wuluh. Tapi bagaimana memasaknya? Yang kuingat bahwa blimbing itu diiris-iris tipis, lalu direndam air kapur. Itu saja yang kuingat.

Ketika berbincang dengan ibuku, ibuku memberi sedikit informasi, bahwa "bumbunya pakai kencur". Tapi bagaimana cara mengolahnya? Sambel goreng blimbing wuluh bukan masakan harian yang selalu sering disediakan di rumah, bukan masakan yang tiap orang tahu bagaimana
memasaknya, bukan pula masakan yang dijual di warung makan dan restoran.

Memasak Sambel Goreng Blimbing Wuluh

Demi sebuah kenangan, aku mampir ke rumah tetanggaku yang punya usaha kuliner. Sepotong informasi lain kuperoleh, "Sepertinya diramesi garam." Lalu mampir ke rumah tetangga yang lain, mendapat informasi yang lebih banyak, "Bumbunya pakai sunti. Persis sepeti mangut, tapi tambah sunti. Jangan lupa blimbingnya digiles-giles pakai parutan."

Dari potongan-potongan informasi tersebut serta ingatanku sendiri, kuberanikan membuat sambel goreng ini. Pertama blimbing wuluh kucuci, lalu kupotong-potong tipis kurang lebih 3 mm, lalu rendam dalam larutan air kapur. Setelah satu jam, air kapur dibuang, lalu dibilas beberapa kali sampai bersih.


Kemudian siapkan bumbu yang dihaluskan: bawang merah, bawang putih, kencur, dan kemiri. Siapkan pula bumbu iris: cabe merah dan hijau, lengkuas, daun salam dan pete. Aku tak mampu menemukan sebuah empon yang bernama sunti ini. Sudah kucari di seluruh bakul jamu di Pasar Jongke, tapi mereka semua tak memiliki sunti. Bahkan mereka belum pernah mendengar empon sunti. Adakah yang tahu sunti? (Kata tetangga, sunti ini dipakai untuk membuat brongkos)

Tak lupa santan dan kutambahkan ikan kecil-kecil, mereka menyebutnya ikan Teri Gal. (Sebenarnya aku ingin memakai udang sungai, namun saat itu penjual udang sungai di pasar tidak kujumpai.)

Kumasak seperti biasa aku memasak sambel goreng; tumis bumbu halus, masukkan bumbu iris, blimbing wuluh, santan, dan terakhir ikan.

Bagaimana rasanya? Rasa segar akan tetap mendominasi masakan ini, karena bahan
utamanya yang berasa sangat asam, mamun perpaduan dengan bahan yang lain membuat sayur ini berasa segar, pedas, dan gurih.

Di Siang akhir pekan yang panas, aku menikmati nasi hangat dengan sambel goreng blimbing wuluh, serta kenangan akan Mbah Nem, juru masak tak tertandingi yang pernah kami miliki. Semoga damai hatimu Mbah... Salam sayang dari putumu ragil (ora) kuning...


*Blimbing wuluh atau belimbing sayur atau Averrhoa Bilimbi.

PS. Maaf, foto sambel goreng blimbing wuluh tak bisa ditayangkan, karena fotonya dah dicari-cari blum ketemu. Maklum, sudah dibuat sejak 3 minggu lalu, tapi baru diposting sekarang. Fotonya keselip entah dimana. Hiks... Maaf...

Ini dia foto sambel goreng blimbing wuluh, berhasil ditemukan!!!


56 CommentsChronological   Reverse   Threaded
srhida wrote on Jun 27, '07
pakai krecek juga? ketok-e enak yo.. marai kemecerrrr....
theresajackson wrote on Jun 27, '07
Cerita yang sangat menarik!!! Mbok sering posting yang begini, duh...Seneng sekali bacanya dan membayangkan Blimbing Wuluh serta masakan Mbah Nem....Ayo, tulis terus!!!
loranty wrote on Jun 27, '07
ngomong ngomong soal sambel goreng dewengi au baru aja bikin sambel goreng kacang tolo, saking kangen karo masakan jawa, hikssssss
theresajackson wrote on Jun 27, '07
Menurut resep obat-obatan tradisional Bali yg tersusun dalam DAUN LONTAR, sunti disebut sebagai KENCUR JANTAN, tetapi sunti juga sering disebut sbg ASAM SUNTI di Jawa.
yustianugraha wrote on Jun 27, '07
siang-siang abis maem, baca ini nglier lagi nich. Dulu mbalakang rumah juga banyak blimbing wuluh, tapi ama bude dibikin manisan, direndem air kapur bolak-balik, masih bisa nyarik manisan mblimbing wuluh enggak ya, dimana ya?
cutyfruty wrote on Jun 27, '07
Lha tiwas wis ngiler, tibake poto ne ora ono. Kalau ketemu di posting yo, karo resepe pisan. Di sini aku nggak nemu blimbing wuluh. Nek diganti tomat iso ora? TFS ya....
lisadianty wrote on Jun 27, '07
Haleeey mau dong pohonnya :((
siera2505 wrote on Jun 27, '07
Namanya sama dengan nama panggilan salah satu mbahku (ibu tirinya ayahku)....dulu beliau tinggal di sebelah gedung balaikota Jakarta karena ngisi kantinnya. Yang aku inget kalo mau ke ruang tamunya kudu lewatin dapur dengan panci & penggorengan gede2....kalau main di taman ria Monas atau PRJ, ayahku parkir mobil di rumah mbahku itu.
haleygiri wrote on Jun 27, '07
srhida said
pakai krecek juga? ketok-e enak yo.. marai kemecerrrr....
Ora nganggo krecek mbak... itu pake ikan teri, tapi jane enake pake rempelo ati... :D
haleygiri wrote on Jun 27, '07
Cerita yang sangat menarik!!! Mbok sering posting yang begini, duh...Seneng sekali bacanya dan membayangkan Blimbing Wuluh serta masakan Mbah Nem....Ayo, tulis terus!!!
Iya deh mbak, makasih. Kemarin habis bongkar2 album lama, ngliat foto2 jadul itu aku jadi pengen cerita macem2...
haleygiri wrote on Jun 27, '07
loranty said
ngomong ngomong soal sambel goreng dewengi au baru aja bikin sambel goreng kacang tolo, saking kangen karo masakan jawa, hikssssss
sambel goreng tolo dikasih potongan balur (ikan asin jambal), trus makannya diinepin dulu semalem... wuaaahhhh.... nyamleng tenan kuwiii... coba deh Li!!
haleygiri wrote on Jun 27, '07
Menurut resep obat-obatan tradisional Bali yg tersusun dalam DAUN LONTAR, sunti disebut sebagai KENCUR JANTAN, tetapi sunti juga sering disebut sbg ASAM SUNTI di Jawa.
Kencur jantan ya mbak? Kata temenku, sunti ini warnanya kuning muda, dan bentuknya seperti empon kunci. Lain kali klo ke Pasar Gede aku mo cari sunti ini, sapa tahu ada.
theresajackson wrote on Jun 27, '07
Klo di Pasar Bringhardjo Yogya kukira pasti ada di bagian pojokan pasar dekat tempat kita makan Gado2 nya Bu Hadi, itu tempat jual empon2 segala macam, kesana pasti ada!
tentangkami wrote on Jun 27, '07
durung ngrasake langsung we wis kemecer je :D
haleygiri wrote on Jun 27, '07
Klo di Pasar Bringhardjo Yogya kukira pasti ada di bagian pojokan pasar dekat tempat kita makan Gado2 nya Bu Hadi, itu tempat jual empon2 segala macam, kesana pasti ada!
Di los belakang itu ya mbak? Yang gelap itu kah? Hmmm... aku kan gak ikut nggado-nggado... :p
ezrakarundeng wrote on Jun 27, '07
udah aku catet sebagai salah satu menu yang akan aku tagih kalau main ke rumahmu hehehehe
haleygiri wrote on Jun 27, '07
masih bisa nyarik manisan mblimbing wuluh enggak ya, dimana ya?
Aku pernah njumpai di SPM mas... di hypermart.
taishaluv wrote on Jun 27, '07
mau liat poto sambel goreng belimbing wuluhna :D
puitri wrote on Jun 27, '07
hmm seger bgt.., enakke..,
puitri wrote on Jun 27, '07
ley, mumpung inget ya, ntar kalo ada resep unik dari blimbing lingir ya, sbb rumah ada blimbing lingir. kalo blimbing wuluh, dulu juga punya pohonnya, sayang ya wis di tegor. eh blimbing wuluh juga bisa utk obat sakit gigi , dipereskan airnya di bagian yg sakit..
haleygiri wrote on Jun 27, '07
Lha tiwas wis ngiler, tibake poto ne ora ono. Kalau ketemu di posting yo, karo resepe pisan. Di sini aku nggak nemu blimbing wuluh. Nek diganti tomat iso ora? TFS ya....
Takerane memang ra sempat ngeling-eling waktu itu mbak, tapi bumbu2 dan cara masaknya dah kubeberkan diatas tuuu... Ntar deh klo dapet kiriman blimbing wuluh lagi kubikin lagi lah!

Diganti tomat? Waaa.... beda rasa dong mbak... :p
zipora wrote on Jun 27, '07
Nenekku juga sering masak ini dulu Ley , belimbinge diiris 0.5mm , terus direndem injed (kapur untuk nginang itu) , ngrendemnya lupa brapa lama , terus dimasak sambel goreng ama tahu putih dan tetelan daging sapi...wah dadi kepengen bikin ...masih ingat rasanya gurih asem , santene gak kentel2 amat ..pakai lombok merah , pedesnya mondo2 ...mmmhh ***ngiler.com***
haleygiri wrote on Jun 27, '07
Haleeey mau dong pohonnya :((
We... aku gak punya lagi pohonnya mbak. Tanah yang ada pohonnya itu udah dijual, sekarang dah berdiri bangunan tinggi :P Pohonnya dah dipangkas :p
haleygiri wrote on Jun 27, '07
Namanya sama dengan nama panggilan salah satu mbahku (ibu tirinya ayahku)...
Wah, toss dulu dong klo sama :D
haleygiri wrote on Jun 27, '07
durung ngrasake langsung we wis kemecer je :D
kemecer asemnya blimbing wuluh mbak? Klo dibikin sambel goreng gak seberapa asem kok.
haleygiri wrote on Jun 27, '07
udah aku catet sebagai salah satu menu yang akan aku tagih kalau main ke rumahmu hehehehe
Catettannya makin panjang, tapi gak jua kunjung dolan... huhuhu...
haleygiri wrote on Jun 27, '07
puitri said
ley, mumpung inget ya, ntar kalo ada resep unik dari blimbing lingir ya, sbb rumah ada blimbing lingir.
Bimbling lingir ya dijuice aja segerrrr...
haleygiri wrote on Jun 27, '07
zipora said
Nenekku juga sering masak ini dulu Ley , belimbinge diiris 0.5mm , terus direndem injed (kapur untuk nginang itu) , ngrendemnya lupa brapa lama , terus dimasak sambel goreng ama tahu putih dan tetelan daging sapi...wah dadi kepengen bikin ...masih ingat rasanya gurih asem , santene gak kentel2 amat ..pakai lombok merah , pedesnya mondo2 ...mmmhh ***ngiler.com***
Ayo skarang bikin mbak... tapi susah ya nyari blimbing wuluh... :D
zipora wrote on Jun 27, '07
Ayo skarang bikin mbak...
Iya nih pengen bikin , tapi blimbing wuluhe apa minta di tetangga ya hihi, soale di rumah adikku koq blm berbuah ya ? ....aku kalo mo masak harus nunggu hari minggu ato sabtu , hari biasa males...:D
haleygiri wrote on Jun 27, '07
Napa males mbak? Trus ekky makan apa dong? Beli jadi ya?
zipora wrote on Jun 27, '07
Capek Ley ..., ya beli jadi yang dimaui Ekky , ato beli di tempat budhe-nya Ekky , kan jualan 'matengan' ..gitu ..nglaras yo hihi!
haleygiri wrote on Jun 27, '07
hihihi... rpp mbak, sing penting semuanya menikmati dan menyehatkan tubuh!
mbaktika wrote on Jun 27, '07
enggak di tebaske? di tempatku suka di tebaske blimbing wuluhnya dulu. hehehe.
haleygiri wrote on Jun 27, '07
enggak di tebaske? di tempatku suka di tebaske blimbing wuluhnya dulu. hehehe.
Ora mbak, dijupuki tonggo2 ae
debluelover wrote on Jun 27, '07
wah..kayaknya enak deh, mbak.. sayang gak ada gambarnya.jadi gak bisa dipelototin sambil mengkhayal lagi nikmatin pake sepiring nasi anget. hehehe. btw, agak penasaran sama si 'sunti' itu.. aku tahunya asam sunti, yaitu sejenis asam yang dihasilkan dari buah belimbing wuluh yang diberi garam lalu dijemur di bawah sinar matahari berkali-kali hingga kering. biasanya banyak digunakan di masakan Aceh. bisa dibuat sendiri tapi kalo males jemurnya, di supermarket atau pasar tradisional juga dijual kok.
beruang wrote on Jun 27, '07
juragan blimbiiing... kok arep menek merapi... =))
erm718 wrote on Jun 27, '07
ayo dipetani foto sambel gorenge ngasi ketemu... sing moco podo ngiler kabeh!!! :)
sihsuroto wrote on Jun 27, '07
blimbing wuluh, dulu waktu suka kecil suka methiki punya tetangga, cukup dimakan gitu aja pake garam,... sekarang udah ga berani makan yg kecuut kecuut... yg ini kecut banget ga mbak Ley ?
haleygiri wrote on Jun 27, '07
mau liat poto sambel goreng belimbing wuluhna :D
Itu fotonya dah ketemu aish.... :)
haleygiri wrote on Jun 27, '07
wah..kayaknya enak deh, mbak.. sayang gak ada gambarnya.jadi gak bisa dipelototin sambil mengkhayal lagi nikmatin pake sepiring nasi anget. hehehe. btw, agak penasaran sama si 'sunti' itu.. aku tahunya asam sunti
Udah ada gambarnya tuuu mbakkkk...
Sunti yang ini bukan asam, tapi sejenis empon-empon.
haleygiri wrote on Jun 27, '07
beruang said
juragan blimbiiing... kok arep menek merapi... =))
Udu juragan Jo, iku sakdremo diwenehi. Cuman dulu waktu kecil aja punya pohon belimbing wuluh. Saiki wis ra duwe :p
Hu uh, dongakne ya say! :p
haleygiri wrote on Jun 27, '07
erm718 said
ayo dipetani foto sambel gorenge ngasi ketemu... sing moco podo ngiler kabeh!!! :)
Uwis ketemuuuu!!!! Silahkan ngilerrrr... :p
haleygiri wrote on Jun 27, '07
blimbing wuluh, dulu waktu suka kecil suka methiki punya tetangga, cukup dimakan gitu aja pake garam,... sekarang udah ga berani makan yg kecuut kecuut... yg ini kecut banget ga mbak Ley ?
Waktu kecil aku jg suka gituan. Malah keponakanku ni, umur 15 bulan, suka nyesep2 blimbing wuluh... gileee... Yang ini gak kecut banget. Kan udah direndem air kapur sirih.
sivea wrote on Jun 27, '07
wuaaaah resepnya oke ki mbakyu. ketoke enak tenan. tak coba aaah...
mliz wrote on Jun 27, '07
waah ceritanya menarik banget mba...foto makanannya jg..:)
haleygiri wrote on Jun 28, '07
sivea said
wuaaaah resepnya oke ki mbakyu. ketoke enak tenan. tak coba aaah...
tenan lho dicoba lhooo...
haleygiri wrote on Jun 28, '07
mliz said
waah ceritanya menarik banget mba...foto makanannya jg..:)
makasih mbak :)
kuenyaoyan wrote on Jun 28, '07
Mbakyu..pohon blimbing wuluhku lagi berbuah lebat ni..mau?
Sunti setau aku asam sunti..banyak dipake dimasakan aceh..asalnya dr blimbing wuluh jg..tp mungkin yg dimaksud sunti yg lain ya
haleygiri wrote on Jun 29, '07
Mbakyu..pohon blimbing wuluhku lagi berbuah lebat ni..mau?
Sunti setau aku asam sunti..banyak dipake dimasakan aceh..asalnya dr blimbing wuluh jg..tp mungkin yg dimaksud sunti yg lain ya
Haaaa... enggak ah, repot ngirim dari Jakarta... aku ngrontokin punyaknya masku aja ;p
Sunti yang ini bukan asam sunti say, empon sunti, warnanya kuning muda, bentuknya kek kunci.
zipora wrote on Jun 29, '07
Haley ..photone sambel goreng marai ngecessss , pas laper sisan ...***mikir2 minta blimbing wuluh ama tetangga*** hihi :D
agnigeni wrote on Jul 7, '07, edited on Jul 7, '07
nice story, dan sambel goreng blimbing wuluhnya sepertinya mak nyus.. nih :-)
arijoko wrote on Sep 12, '07
Aku punya cerita hampir sama dengan crita mbak ini.Sayangnya aku gak bisa nulis,,,gak bisa cerita,,,bedanya mbokku namanya mbok yem,ikut keluargaku dari gadis sampai meninggal th2005(sakit jantung),,,45taon as pembantu,,,ckckck,,,masakane top,tapi guaaalaaaake puuooolll.
enkoos wrote on Oct 1, '07
Seneng deh baca cerita ini. Blimbing wuluh adalah bumbu favorit ibuku. Apa aja dikasih blimbing wuluh. Dan hasilnya, masakan emang lebih sedap. dari rawon, soto, sayur asem, apa aja deh, dikasih blimbing wuluh. Ibuku juga demen berkebun. Halaman rumah yg cuma seupil, ditanami sembarang kalir termasuk blimbing wuluh ini. Disini aku belum pernah nemu blimbing wuluh sampe suatu hari di sebuah Asian Market yg hanya ada satu2nya di kotaku ini, ada sekotak blimbing wuluh frozen. Wuaduhhh...serasa nemu harta karun deh. Aku pakenya di irit irit banget. Sambil pesen sama pemilik tokonya yang orang Filipina. Katanya mau mendatangkan lagi, karena dia juga pemakai blimbing wuluh juga. Ibuku juga ngirim paket berupa biji kering blimbing wuluh lho. Menjelang summer kemaren aku tanam. Masih kecil tandurane. SEkarang dah musim gugur. Kathuken deh kayaknya, udah waktunya dipindahin ke dalam ruangan. Tapi ngko opo yo gelem urip nek neng njero omah?
indolondo wrote on Oct 2, '07
telat yah ! seandainya dekat aku juga mau dikasih bagian blimbing wuluhnya, dipepes sama ikan tongkol ato pindang ueeenak lo mbakyu ...
jengira68 wrote on Dec 20, '07
thoughtful and touching story...
page mbak haley ini spt magazine harianku.
God bless you mbak..
denmastri wrote on Apr 20
boleh dong resep manisan blimbing wulunya.....?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help