Bermula dari status YMku, “blimbing wuluh sekranjang buat apa ya?”, akhirnya ada obrolan singkat antara aku dan Mbak Hida, hingga Mbak Hida janjian main ke Solo, bermaksud mengambil belimbing wuluh.

Hari Sabtu, 9 Juni 2007, Kujemput di Purwosari pukul 2 lebih sedikit. Darisana kuajak Mbak Hida ke Pasar Gede, belanja cocoa powder di Toko Rama Jaya. Lalu dengan perut kelaparan kami bergegas ke Tengkleng Klewer. Kami merasa sangat lapar. Tapi jarak yang pendek itu terasa lama, karena jalan seputar alun-alun macet. Lebih menjengkelkan lagi ketika (akhirnya) sampai di tempat parkir yang penuh sesak, tukang parkir berseragam itu cuma berdiri-berdiri saja tidak mencarikan posisi bagi kodokku yang baru masuk. Untung seorang bapak yang baik hati membantuku mencarikan tempat dan memberi aba-aba. Aku bersusah payah memutar setiran kodokku yang luar biasa berat. Gila man, aku jadi makin lapaarrr…

Tengkleng dan Klewer
Untung tengkleng Klewer gak ramai. Kami segera mendapat 2 pincuk nasi tengkleng. Dan tambah sepincuk buatku. Maklum, tenaga yang sudah kukeluarkan pun cukup banyak. Hahaha…
“Masih kuat makan bakso?” Mbak Hida menggoda
“Hmmm… ayuk!”

Tujuan berikutnya ialah bakso Klewer yang terkenal itu. Setelah berjejal di gang Klewer yang sempit, sampailah kami di Bakso Klewer, namun sayang, warung dalam tahap renovasi sehingga jualannya diliburkan.

“Golek setagen yuk.” Ajak mbak Hida yang ternyata rajin memakai jarik setiap menghadiri resepsi. Kuajak Pasar Klewer sebelah barat. Banyak orang sibuk bersiap menutup tokonya, maklum hampir jam empat sore, tapi masih banyak toko yang buka. Akhirnya kami berhenti di sebuah toko yang menjual batik dan perlengkapan menari. Setelah memilih dan bertransaksi, Mbak Hida membawa pulang sebuah jarik Truntum dan setagen.

“Mbak Hida, kalau menurut pakem, motif Truntum itu untuk orang tua yang sedang atau sudah mantu. Tapi jaman sekarang banyak sih yang memakai batik tak sesuai pakem.”

Tapi setelah melihat berbagai motif berlatar ireng, akhirnya pilihan tetap jatuh pada motif truntum tersebut, “Wis gak papa lah, ora usah nggatekne pakem.”

Masjid Agung
Setelah mengitar Klewer, kami singgah di Masjid Agung. Sambil menunggu Mbak Hida sholat, aku memotret beberapa bagian masjid. Lalu kami sedikit bersantai di pelataran masjid yang adem. Mbak Hida kupotret sedang bersantai di tangga masjid dengan latar belakang seorang bapak penunggu sepatu yang juga terlihat santai.

Varia dan Selad Solo
Dari Masjid Agung, perjalanan berlanjut ke Toko Abon Varia. Aku membeli beberapa bungkus abon, srundeng dan klengkam pesanan Sylvie. Mbak Hida pun ikut membeli srundeng dan kripik ceker. Berbincang sebentar dengan Mbak Gendut (begitu si embak menyebut dirinya) yang melayani di toko Varia.

“Klengkamnya berbulan-bulan gak papa. Kalau penjenengan dan saya yang masak paling-paling tahan seminggu, tapi niki cara masaknya beda, jadi bisa tahan lama.”
“Gimana caranya mbak?”
“Wa, ya saya gak tahu, rahasia. Disini tu ada pembeli dari Amerika. Setiap bulan beli 3 juta, itu belum termasuk biaya kirim. Katanya sampai setahun pun masih enak dimakan. Caranya disimpan di kulkas.”
“Disimpan di freezer mbak.”
“Niku sami kalih kulkas?”
Beda. Kalau freezer itu yang dipakai untuk bikin es batu, yang di bagian atas kulkas itu lho mbak.”
“Iya, trus sebelum makan nanti masukkan di microwave dulu.” Mbak Hida menambahkan. Haduh… apalagi tu yang namanya microwave itu? Hehehe…

Masih di Jalan Dr Rajiman yang panjang tersebut, kami berhenti lagi di sebelah barat Toko Danar Hadi. Mbak Hida menjajal Selad Solo. Aku yang masih mele-mele dengan 2 pincuk tengkleng memesan segelas es lemon tea.
“Kewaregen. Tekan sesuk ra maem ki aku.” Aahhh... tenaneee??

Pulang ke Rumah
Hari sudah hampir maghrib ketika kami sampai di rumah. Tujuannya mengambil blimbing wuluh. Tapi kupaksa Mbak Hida bermalam di rumah. Dan setuju. Malam itu, di rumah kami semua memakai sarung, melegakan perut yang kewaregen. Sesungguhnya aku ingin memotret Mbak Hida sedang bersarung lalu upload di MP, tapi... ah, betapa tidak etisnya!Di rumah, kami hanya ngobrol-ngobrol, ditemani kopi pahit dan makan makanan yang ada di rumah. Ada pudding lapis Surya, pemberian tetangga, ada ketan kincau yang dibawa oleh Bapakku, dan juga kripik ceker Varia yang gorengannya tidak sempurna. Sempat mbak Hida kutinggal sibuk karena ada pesanan kue yang harus kusiapkan. “Mbak, ngko jam 12 bengi kita ke gudeg ceker yaaa… Kalau mau bobok, ya bobok aja, nanti aku bangunkan.”

Gudeg Ceker
Jam 00 kami bersiap berangkat ke Margoyudan. Meski agak berat beranjak karena ngantuk, tapi niat juga. Kembali kukeluarkan kodokku. Jalanan Solo masih ramai, banyak anak muda nongkrong di beberapa angkringan. Ketika kami sampai di Margoyudan suasana masih sepi dan gelap.

“Mas, gudege buka jam pinten?” Tanyaku pada mas-mas di tempat itu.
“Mangke jam setengah dua mbak, niki taksih jam setengah setunggal.”

Waaa… kalau pulang ke rumah nunggu sampai jam buka, bakal males banget kembali lagi. Akhirnya kami putuskan untuk nongkrong di coffee shop. Waaa… benar-benar perempuan nekat, jam satu dini hari masih keluyuran golek maem. Hahaha…

Kupesan kopi Gayo yang cukup strong dan membutku bangun. Mbak Hida pesan coffee float. Kami duduk di kursi luar sambil menikmati kopi, berbincang dan bergoyang dengan lagu dangdut di café tersebut.
“Aneh, tempat semacam ini kok lagunya dangdut. Ora pas. Kudune jazz atau apa.”
“Hahaha… Lha wis bengi, wis sepi kok mbak, dadine sak senenge dewe, ben ra ngantuk.”

Kembali ke Gudeg ceker, keramaian sudah nampak dari kejauhan. Orang banyak berkerumun di sekitar penjual. Semuanya antre makanan. Di jalanan banyak mobil dengan plat luar kota. Fenomenal banget, orang-orang mencari makan jam 2 dini hari!!

Aku jadi tak selera makan karena tak mendapat tempat duduk yang layak. Kami hanya pesan 2 gelas the pahit dan sepiring ceker. Namun setelah mendapat tempat duduk yang layak, aku merasa ingin makan bubur gudeg, sayangnya bubur belum matang. Ya sutralah, pesan sepiring ceker lagi. Hahaha…

Ceker ini bener-bener mumut, istilah jawa untuk menyebut makanan yang sangat lembut karena lama dimasak, kulit ceker nglokop dengan sendirinya begitu masuk mulut. Kami bener-bener mele-mele, mblenger, dengan 2 piring ceker tersebut (total 20 buah ceker). Hingga kami takjub dengan tetangga sebelah tempat duduk yang memesan 50 ceker untuk berdua. Wow!!

Waktu hampir pukul 3 dini hari, kami kembali sampai di rumah, lalu tertidur pulas. Jam empat aku bangun mendécor black forest pesanan. Mbak Hida subuhan, lalu terlelap sebentar. Pukul setengah enam pagi kuantar ke stasiun Purwosari, Mbak Hida kembali ke Yogya menumpang pramek pertama. Sampai jumpa Mbak… senang bersamamu sehari semalam.

Sampai di rumah kulanjutkan decor cake. Selesai mendekor aku ingat belimbing wuluh itu masih aman tersimpan di kulkas. Kutulis sms untuk mbak Hida. "Mbak Hida, dagelan ki, malah blimbing wuluhe kelalen..."

"Iya, saking hebohnya..." sms balasan mbak Hida! Hahaha....

Foto lainnya ada disini

45 CommentsChronological   Reverse   Threaded
theresajackson wrote on Jun 10, '07
Lucuuuuuu tenan! Mbayangin Blimbing Wuluhe keri neng kulkas! Salam buat Bu Dokter !
theresajackson wrote on Jun 10, '07
PERTAMA!!! Lupa bilang..
haleygiri wrote on Jun 10, '07
Lucuuuuuu tenan! Mbayangin Blimbing Wuluhe keri neng kulkas! Salam buat Bu Dokter !
Wakakaka... lha iya mbak, saking hebohnya sing wisata kuliner, nganti lali tujuan utamanya:p
loranty wrote on Jun 10, '07
ora wedi digondol wewe kowe Ley bengi bengi keluyuran :p

wah sesok giliranmu nginep rumah ku yaaaaaaaaaaaa
haleygiri wrote on Jun 10, '07
loranty said
ora wedi digondol wewe kowe Ley bengi bengi keluyuran :p

wah sesok giliranmu nginep rumah ku yaaaaaaaaaaaa
bereeeessss!!! Trus mancing nang pengging yaaa :D
haleygiri wrote on Jun 10, '07
PERTAMA!!! Lupa bilang..
Yang pertama dapat blimbing wuluh mbak, tapi harus diambil sendiri ke Solo... hahahaha
loranty wrote on Jun 10, '07
ra mung mancing sisan padusan nang umbul :p kekekkekekekeke.......tapi jangan pake baju renang ya ntar dideloki wong sak deso :p
modjo wrote on Jun 10, '07
achhh, aku tak sabar pulang dan merasakan kehebatan ceker itu :))
estherlita wrote on Jun 10, '07
lha malah ketinggalan yang penting....
abisnya asyik banget kopdarannya, saya malah ketinggalan gudeg ceker ya waktu itu...

sihsuroto wrote on Jun 10, '07
hmm enaknya yg jalan2 dan nginep di Solo...
dianlantinga wrote on Jun 10, '07
Senangnya kopdar dgn jalan2.
elkaje wrote on Jun 10, '07
Blimbing wuluh...di sini aku kudu beli!
vieandri wrote on Jun 10, '07
hehehe..dadi kelingan mbiyen nek bar ngamen mampir nang ceker trus menjelang tekan omah mamahku wis sibuk nelponi. padahal yo mung kaya ngono ...tapi pancen kadang ngangeni hehehe. btw, titipanku wis dikirim kah?
yohanesss wrote on Jun 10, '07
Wah nyerah kalah deh kalo disuruh adu makan sama Mbak Hida.
zipora wrote on Jun 10, '07
senenge ..
laresolo wrote on Jun 11, '07
Walah dadi pingin mulih...
srhida wrote on Jun 11, '07, edited on Jun 11, '07
Poto - potonya sudah naik juga lho.. ada di http://srhida.multiply.com/photos/album/65.

Matur nuwun, Mbak Haley, sudah bersedia dirusuhi, direpoti.. :D
tentangkami wrote on Jun 11, '07
mbak'e klengkam ki opo?
srhida wrote on Jun 11, '07, edited on Jun 11, '07
klengkam ki opo?
yen ra kleru, kentang goreng tipis sing manis tur rada pedes kae.. :D
srhida wrote on Jun 11, '07
btw.. setagennya 8.5 meter :(.. itu sih kendit nggo wong babaran..
cutyfruty wrote on Jun 11, '07
Klengkam kuwi opo to?
dyru wrote on Jun 11, '07
wah besok kalo ke solo bisa mampir nih
taishaluv wrote on Jun 11, '07
waduhhh liat cekere ngilerrrr
3astwest wrote on Jun 11, '07
Haley, belimbing wuluh enaknya dibuat apa say? gue punya belon kepake nih...
haleygiri wrote on Jun 11, '07
loranty said
ra mung mancing sisan padusan nang umbul :p kekekkekekekeke.......tapi jangan pake baju renang ya ntar dideloki wong sak deso :p
Hah, ra asyek nuw padusan nganggo klambi jangkep, pake swimsuit aja, ben serasa kontestan miss universe... xixixiixiixix....
haleygiri wrote on Jun 11, '07
modjo said
achhh, aku tak sabar pulang dan merasakan kehebatan ceker itu :))
Ayo pulanggggggggggg!!!
haleygiri wrote on Jun 11, '07
lha malah ketinggalan yang penting....
abisnya asyik banget kopdarannya, saya malah ketinggalan gudeg ceker ya waktu itu...

Katanya mo Solo lagi mbak, kali ini jangan ketinggalan ceker yaaa!!!
haleygiri wrote on Jun 11, '07
@ Mbak Sih: Kapan njenengan ke Solo mbak?

@ Mbak Dian: saking senangnya sampai lupa tujuan utama mbak!

@ MBak Ine: kesini aja mbak, tak penekke blimbing wuluh di rumah masku :p

@ Epik: Hahaha... titipanmu siang ini tak kirim pik!

@ Pak Yo: Lho Pak Yo, jadi Mbak Hida memang begitu ya? Hihi

@ Mbak Zi: heboh sih mbak!

@ Mas Bambang: kapan rencana pulang mas?

@ Mbak Hida: Thanks mbak foto2ne... setagen-e dipotong separo ae... :p

@ Mbak Ida dan Mbak Sri: Klengkam tu kripik kentang sing dibumbui gula jawa, lombok, daun jeruk... pokoke rasane manis gurih, pedes. Biasa buat temen makan nasi langgi dan nasi kuning. Uenak lah!

@ Dyru: monggo-monggo silahkan mampir...

@ Aish: hihihi... kowe ini pancen ngileran kali yaaa... gawan bayi?

@ Mbak Ratna: blimbing wuluh dibikin buat campuran sayur asem, garang asem, asem-asem daging, atau dibuat sambel goreng... Nah, yang belakangan itu, tunggu postingan berikutnya yaa :)
mbaktika wrote on Jun 12, '07
sak jane ki, arep jajan opo arep ambil blimbing hayoooooooooooo.
haleygiri wrote on Jun 12, '07
sak jane ki, arep jajan opo arep ambil blimbing hayoooooooooooo.
Hayooo... sakjane arepopo mbak hida??? xixiixix
maknyaabel wrote on Jun 12, '07
gara-gara mabok ceker, itu belimbing wuluh malah ketinggalan. itu foto kopi, menggoda banget
haleygiri wrote on Jun 12, '07
gara-gara mabok ceker, itu belimbing wuluh malah ketinggalan. itu foto kopi, menggoda banget
wekekekek... ceker ae bisa bikin mabok yooo...
kopine lumayan mantap mbak... kopiku kopi aceh!
zipora wrote on Jun 12, '07
atau dibuat sambel goreng... Nah, yang belakangan itu, tunggu postingan berikutnya yaa :)
Tak tunggu sambel goreng blimbing wuluhnya ...ini salah satu masakan favorit mrndiang mamaku... sama gak ya ...:D
haleygiri wrote on Jun 12, '07
zipora said
Tak tunggu sambel goreng blimbing wuluhnya ...ini salah satu masakan favorit mrndiang mamaku... sama gak ya ...:D
Hihihi... gari crito mbak... uwis entek sambel gorenge... kapan2 aja ya bikin lagi :D
zipora wrote on Jun 13, '07
kapan2 aja ya bikin lagi :D
Hihi sorry , maksudku tak tunggu resep -nya ...disini ...begitcu say...:D
3astwest wrote on Jun 13, '07
blimbing wuluh dibikin buat campuran sayur asem, garang asem, asem-asem daging, atau dibuat sambel goreng... Nah, yang belakangan itu, tunggu postingan berikutnya yaa :)
thanks darling...gue tunggu yaa......
kuschelbuffalo wrote on Jun 15, '07
weleh2x....marakne kangen mulih, gudeg ceker margoyudan favoritku mbak :-) cedak omahku
haleygiri wrote on Jun 18, '07
weleh2x....marakne kangen mulih, gudeg ceker margoyudan favoritku mbak :-) cedak omahku
kapan pulang mbak? Ntar kita nyeker bareng!! hihihi...
erm718 wrote on Jun 27, '07
he he... bojoku gelem ora ya diajak nyeker? :)
haleygiri wrote on Jun 27, '07
erm718 said
he he... bojoku gelem ora ya diajak nyeker? :)
Coba diprovokasi... :D
uwein wrote on Aug 1, '07
www.kopigayo.blogspot.com
mayakim wrote on Oct 12, '07
aku juga paling suka motif truntum ini... sampe kartu undangan perkawiana bekgronnya motif truntum... Tapi waktu nikahnya malah batik truntum ndak dipake heheehe ortuku pake wahyutumurun (?) dan aku en suami pake sido mukti. Bener gak tuh menurut pakem perbatikan ???

FYI : I came acroos this article waktu search pake keyword truntum... perlu gambar motif truntum yg udah format jpeg niiih... :)
haleygiri wrote on Oct 16, '07
Klo ortu temanten boleh pake truntum, boleh juga pake wahyu tumurun. Biasanya memang 2 motif itu yang sering dipake ortu temanten, selain sido luhur dan sido drajat. Dan temanten-nya pake yang sido mukti atau sido asih, Gak nyalahi pakem kok mbak!

Udah dapet yang dicari?
jengira68 wrote on Dec 20, '07
wuuuuaaahhh..itu di si ceker yg mengingatkan aku akan kotamu yang lugu.
duluuu....kita suka andok makan ceker buat super, nama warungnya lupa.
kadang hrs berdiri nunggu tmpt duduk krn uantrinya minta ampun, tp aku rela
demi ceker yang kata mbak haley mumut di mulut..hiks
haleygiri wrote on Dec 22, '07
wuuuuaaahhh..itu di si ceker yg mengingatkan aku akan kotamu yang lugu.
duluuu....kita suka andok makan ceker buat super, nama warungnya lupa.
kadang hrs berdiri nunggu tmpt duduk krn uantrinya minta ampun, tp aku rela
demi ceker yang kata mbak haley mumut di mulut..hiks
Nah ya itu yg aku critain ini... mo makan musti antriiiiiii, padal yg dijuwal cekerrr... hihihi
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help