Menumpang Pramek ketiga pukul 11.42 aku menuju Stasiun Tugu, Yogya. Sempat berlari-larian menuju peron stasiun Purwosari Solo karena kereta sudah datang ketika aku masih 100 meter dari peron. Turun di St Tugu aku langsung menuju Malioboro Mall (MM). Disana aku dan
Yami janjian ketemu. Memasuki pintu MM, Yami yang berdiri di dekat panggung Spiderman sudah melambaikan tangannya, sehingga aku tak perlu mencari-cari lagi. Yami tak sendirian, melainkan dengan suaminya, yang biasa disebut Suparman. Hihihi... bisa aja kau ini Yam!

Yami lalu mengajakku makan di lantai 3, di Pizza Hut. Sambil makan kami bertukar cerita. Kukorek pula ceritanya tentang Italy. Dan bercerit
alah ia tentang ketimpangan ekonomi dan budaya di Italy Utara dan Sela
tan. Ah, selama ini yang kutahu tentang Italy hanya bola dan mafia. Lalu berlanjut bicara tentang old heritage, bahasa, imigrant dari (eks) Eropa Timur, dan banyak lagi... Menyenangkan ngobrol dengan Yami. Wawasannya luas. Otomatis sepanjang kopadaran aku cuma ngobrol dengan Yami. Aku tak bisa bahasa Italy, suaminya gak bisa bahasa Indonesia, dan kami sama-sa
ma berbahasa Inggris pasif. Hahaha...
Dari Malioboro Mall kami jalan ke Progo mencari cetakan pukis, tapi sebelum sampai di Progo, kami sudah mendapatkannya di Beringharjo, sebuah kios yang terselip diantara kios-kios batik kleweran. Yami membeli cetakan pukis, bolu kukus, dan sendok nasi dari batok kelapa. Di Progo kami cuma melihat-lihat saja, lalu kembali ke MM.
Yami dan suaminya sudah tampak sangat capek. Apalagi sejak

pukul 10 mereka sudah
ngadem di MM. Kami memutuskan berpisah di depan Hero sebelum Yami dan suami masuk kedalamnya membeli air minum. Kugenggam tas plastik berisi sembako oleh-oleh Yami; gemellini (pasta berbentuk untir2), risotto, candy... Ibu-ibu bener!
Sore itu, dengan Egy yang menjemputku di MM, perjalananku berlanjut melihat sunset di Paris, tapi sunset tertutup mendung. Aku harus cukup puas mendengar deburan ombak di gulita malam bertingkah nyala petromak penjual jagung bakar. Malam bergulir, aku terlelap di bus yang membawaku pulang ke Solo.