Karena gak bisa bikin puisi lagi, aku selalu mengulang-ulang puisi lama untuk moment yang pas, terutama puisi ini yang selalu aku ulang di setiap tahun baru. Selamat tahun baru handai taulan... Selamat mengejar impian yang belum tercapai dengan senyum dan air mata... Tetap berharap!!! Tuhan memberkati!!
Buka lembar baru,
cerita baru,
cinta yang lebih, kerinduan yang dalam,
dan kesungguhan hati
menghitung hari dengan bijaksana.
Dewasalah seperti padi
bertahanlah seperti rumput
sukacitalah seperti burung pipit
bekerjalah seperti semut.
Menjalani waktu bukan hanya untukmu
tapi untuk seisi bumi...
Solo, 31 Desember 2006
(Wakakakak... dodol banget aku ni, tulisannya kek mana, fotonya kek mana... kok gak nyambung... malah kliatan narsis!)