Blog EntryCantingAug 16, '06 9:02 PM
for everyone
Mungkin ada yang pernah membaca novel Arswendo Atmowiloto yang berjudul Canting. Bercerita tentang juragan batik dengan intrik tradisionalnya. Namun tulisan ini bukan review novel Canting, melainkan benar-benar hendak menulis tentang CANTING.

Ibarat perang, canting adalah senjata untuk masuk dalam dan memenangkan peperangan. Ibarat orang mau jualan, canting adalah laptop tempat menyimpan dan menampilkan seluruh file presentasinya. Canting adalah alat utama pembatik untuk menyelesaikan karya terbaiknya. Dengan canting pula, sambil menunggu masa panen, ibu-ibu di daerah Bayat mencari uang untuk keluarganya.

Canting dibuat dari lempengan tembaga tipis yang dibentuk menyerupai mangkok berdiameter kurang lebih 2 cm. Di bagian bawah pinggir, terdapat pipa bengkok dengan berbagai ukuran. Mangkok itulah tempat menampung malam cair dan pipa tersebut tempat mengalirnya malam ke mori (kain putih) yang akan dibatik. Malam sendiri adalah sejenis lilin yang digunakan untuk membuat pola batik dan menutup mori dari warna yang tidak dikehendaki pada proses pewarnaan batik.

Bentuk dan diameter lubang pipa yang beragam menentukan jenis dan fungsi tiap canting. Diameter ini tidak diukur dengan standar pengukuran internasional, namun dari diameter ini pembatik membedakan kegunaan tiap canting. Umumnya, tiap pembatik mempunyai 4-5 jenis canting yang akan sering dipergunakan.

1. Canting Carat
Berbeda dengan canting lainnya yang hanya mempunyai satu pipa, canting carat mempunya i dua pipa dengan diameter sama, yang keluar dari mangkok tembaga. Biasanya, canting carat mempunyai diameter pipa sama dengan canting klowongan. Canting ini dipergunakan untuk membuat garis yang sejajar dan rapi. Sebuah mori yang akan dibatik menjadi kain panjang atau sarung, akan di-carat-i dulu di keempat sisinya. Selain itu, untuk pembuatan motif Parang (dan keluarganya), carat ini akan sangat berguna.

2. Canting Klowongan

Canting klowongan mempunyai diameter lubang pipa yang cukup besar. Canting ini berfungsi untuk membatik pola utama dari sebuah motif batik. Misalnya motif bunga, maka canting ini hanya akan dipakai untuk membuat bentuk luar motif bunga. Sebutan untuk itu ialah "nglowongi".

3. Canting Isen
Diameter pipa canting isen lebih kecil dari canting klowongan. Dipakai untuk membuat isen-isen (motif isi) sebuah motif batik. Selain itu juga digunakan untuk membuat pelataran motif (motif latar/background). Misalnya motif bunga diatas, maka isen-isen ini bisa berupa galaran atau sawutan ditengah kelopak bunga.

Jenis motif isen ini sangat banyak. Ada jenis motif yang tradisional, namun ada yang kreasi baru mengikuti kreatifitas pembatiknya. Untuk menyebut jenis isen-isen tradisional: sawut, galar, ukel, kembang bayem, kembang jambu, dlsb.

Istilah untuk penggunaan canting isen ini adalah "ngiseni" yang artinya "memberi isi".

4. Canting Cecek
Canting cecek adalah jenis canting yang paling kecil diameter pipanya. Canting ini berfungsi membuat motif titik-titik yang kecil dan lembut. Semakin kecil dan rapi cecekan-nya, maka batik tersebut semakin halus pula. Istilah untuk menyebut proses ini ialah "nyeceki".

5. Canting Tembokan
Canting tembokan adalah canting dengan diameter pipa terbesar sehingga malam dengan cepat keluar dalam kapasitas yang cukup banyak. Bila tidak terbiasa dengan canting ini, malam panas bisa dleweran kemana-mana menimpa batikan yang sudah bagus, bahkan mengenai tangan.

Sesuai namanya, canting ini memang berfungsi membuat "tembok" atau menutup bagian mori putih yang relatif luas agar tidak terkena warna pada proses pencelupan. Istilah untuk menyebut proses ini adalah "nemboki".

Kelima canting diatas lah yang sering dipakai pembatik untuk membatik motif halus. Canting bisa diperoleh dengan mudah di toko malam. Di Solo ada beberapa toko yang menyediakan canting. Kadang dijual masih dalam bentuk mangkok pipa, tanpa garan (pegangan), namun ada yang menjual memakai garan. Garan ini terbuat dari semacam rotan namun ringan dan lunak, panjangnya sekitar 10 cm.

Jika tidak memakai garan, maka pembatik harus merangkai sendiri garannya. Cara memasangkan garan ialah, perhalus garan dengan menggunakan pisau. Bentuk ujungnya supaya pas dengan ukuran mangkok canting. Lalu tusukkan bagian tembaga yang runcing sejajar dengan garan, dan ikat pipa lengkungnya pada ujung garan yang runcing dengan menggunakan benang jahit.

Canting dijual dengan harganya berkisar Rp 1250 - Rp 2500,- per biji. Tergantung kualitasnya. Pembatik akan memilih yang kuat, paruh pipanya tidak bengkok, dan mulut pipa bundar sempurna. Karena dari pipa yang sempurna ini akan keluar motif-motif yang bagus untuk sebuah batik. Kadang, jika perlu, pembatik akan mengamplas mulut pipa atau membelah sedikit bagian cucuknya dengan pisau, agar mendapatkan hasil yang baik dan nyaman dipergunakan.

Inilah canting. Diatas adalah gambar 4 buah canting koleksi pribadi. Sesuai urutan dari atas ke bawah: canting carat, canting klowongan, canting isen, dan canting cecek. Ingin belajar membatik? Kenali canting terlebih dahulu


elkaje wrote on Aug 22, '06
Haley, aku demen baca ini, jadi belajar pengetahuan membatik.
Aku tak pernah belajar membatik, tapi dulu sering nongkrong di dekat para pembatik dan mengamati bibir monyong yang meniup cantingnya.
haleygiri wrote on Aug 22, '06
Klo dulu cuman nongkrongin pembatik, sekarang ayo belajar mbatik mbak... Pokoke semakin kenal batik, semakin susah hilang dari hati deh... :)
sintodewi wrote on Oct 14, '06
halooo...
mbatik seru ya??
pertama belajar kesulitan nya ap?
wah..kalo gitu udah mahir donk sekarang??
apa sih bedanay lilin yang dipake mbatik sama lilin biasanya?

salam kenal ya...
haleygiri wrote on Oct 16, '06
Halo Mbak, iya asyik bgt mbatik. Mahir sih enggak krn gak tiap hari pegang canting. Klo lagi iseng aja. Kesulitannya? Kesuliatnnya noreh malam cair ke kain... klo uncontrolled bisa mbleber ke kain. Motif jadi rusak deh!

Duh, maaf, aku gak tahu bedanya malam batik dengan lilin biasa. Yang jelas malam batik pun kualitasnya beda-beda, ada yg gampang pecah, ada yg kuat, ada yg warnanya kuning kecoklatan, ada pula yg coklat legam kehitaman... tergantung pemakaiannya... untuk klowongan, isen, atau tembokan.
haleygiri wrote on Oct 16, '06
salam kenal ya...
Salam kenal juga Mbak!
indonesiacraft wrote on Nov 28, '06
SAYA SUKA SEKALI ARTIKEL ARTIKEL ANDA
Saya beber2 nggak ngerti tentang batik tapi setelah baca tulisan anda memberikan pecerahan bagi saya.Apakah saudara desainer batik atau pecinta batik
Boleh dong saya diajari membatik
Saya perlu informasi jual-beli batik di Solo dan juga kalau bisa informasi harga jaket kulit dan jaket lain mau saya jual di Jakarta
haleygiri wrote on Nov 28, '06
Apakah saudara desainer batik atau pecinta batik
Boleh dong saya diajari membatik
Saya perlu informasi jual-beli batik di Solo dan juga kalau bisa informasi harga jaket kulit dan jaket lain mau saya jual di Jakarta
Terima kasih sudah mampir. Saya bukan desainer batik. Pecinta batik mungkin iya yaa... krn batik tu indah!

Klo ek Solo, silahkan mampir klo ingin belajar batik. Dan di Solo juga ada 2 kampung batik yang tujuan wisata: Laweyan dan Kauman, dimana kita bisa ngliat proses pembuatan batik dan belajar mbatik.

Informasi ttg jual beli batik, sebaiknya anda ke Solo ajah, karena akan lebih lengkap infonya... katimbang jika saya yg memberikan :)
iissukendar wrote on Oct 16, '07
Sy juga tertarik belajar Mbatik nih... kalu di JKT dimana bisa beli semua bahan dan kursusnya ya?
haleygiri wrote on Oct 16, '07
Sy juga tertarik belajar Mbatik nih... kalu di JKT dimana bisa beli semua bahan dan kursusnya ya?
Maaf mbak, saya tidak tahu klo di jakarta... mungkin ada di museum batik... Atau mau dikirim dari Solo?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help