Gara-gara
Om Eddy posting
theme song The Deer Hunter, daku jadi pengen nulis pilem-pilem (berlatar) perang favoritku. Lagian juga bru minggu lalu aku menonton ulang pilem-pilem itu. Kutulis berlatar perang, karena menurutku tidak menceritakan perang itu sendiri, beda dengan
Band of Brothers misalnya, tetapi 3 pilem ini menceritakan peristiwa yang terjadi di seputar persiapan dan perang itu sendiri.
1. The Deer Hunter, Michael Cimino, 1978
Pertama aku menyimpan pilem ini karena dimainkan oleh Robert de Niro, salah satu bintang pujaan. Tak kutahu sebelumnya bahwa pilem ini mborong Academy Award di tahun 1978.
Bercerita tentang persahabatan para pemburu rusa yang dilatar belakangi kekejaman perang Vietnam. Cerita diawali dengan kegembiraan para sekawan dalam sebuah pesta perkawinan Steven dan Angela dengan latar budaya Rusia dan Ukraina. Tiga dari 6 sekawan, yaitu Mike (Robert de Niro), Nick (Christopher Walken) dan Steven (John Savage) memutuskan untuk bergabung dalam US Army. Dalam pengalaman perang yang kejam, Steven terluka parah hingga kehilangan kakinya dan setengah lumpuh, lalu Nick terlibat dalam Russian roulette.
Ketika pulang kembali ke Pennsylvania, Mike mendapati Angela, istri Steven, yang sedang depresi. Steven tak pernah mau lagi berkomunikasi dengannya. Di Rumah Sakit Veteran, ketika ditemui Mike, Steven menunjukkan sejumlah uang yang diperkirakan dikirim oleh Nick dari Saigon. Dari sinilah Mike kemudian kembali ke Saigon untuk mengajak pulang, meski harus pula menghadapi Nick dalam meja Russian roullete. Disitu Mike mencoba membujuk Nick dengan kenangan akan rumah dan perburuan rusa yang sering mereka lakukan. Namun "one shot" membuat Nick pulang tanpa nyawa.
Film ini diakhiri dengan acara sarapan bersama yang sangat murung diantara sekawan tersebut, sambil menyenandungkan God Bless America.
2.
Apocalypse Now, Francis Ford Coppola 1979

Ini juga film pemenang Academy Award tahun 1979, bahkan Cannes Palme d'Or dan Golden Globe. Dibintangi Marlon Brando
(He looked so great in this film! Wakakaka), Martin Sheen dan Robert Duval. Koleksi yang kumiliki Apocalypse Now Redux, dirilis pertama tahun 2001, dengan penambahan 49 menit adegan yang tidak disertakan di edisi pertama.
Bercerita tentang Kapten Willard (Martin Sheen), yang diberi tugas khusus untuk memasuki Kamboja, "menangani" Kolonel Kurt
(...terminate with extreme prejudice.). Kolonel Kurt ini tadinya diprediksi bisa menjadi jendral, tapi diduga telah menjadi gila. Agaknya Kolonel ini seorang yang karismatik. Officer sebelumnya yang ditugasi untuk misi serupa malah menjadi pengikut fanatik di markasnya.
Dalam misi tersebut diceritakan perjalanan yang dilampaui, termasuk bertemu dengan Kolonel Killgore yang menembaki sebuah desa hanya agar bisa surfing di lautan dekat situ--yang konon ombaknya bagus. Juga ketemu harimau, dan tentara-tentara lain yang "gila".
Hingga akhirnya mampu berjumpa dengan Kolonel Kurt, terjadilah perkuliahan filsafat dan perang Kurt kepada Willard. Hingga akhirnya Kurt (ini yang tak kupahami dnegan jelas) meminta agar mati di tangan Willard. Adegan kematian (baca: pembunuhan) ini jadi dramatis banget karena dibuat bergantian dengan adegan upacara pembantaian kerbau di luar temple.
Ohya, lagu The End by The Door di awal dan akhir pilem ini dramatik!
3. Full Metal Jacket, Stanley Kubrick, 1987
Pilem ini berisi 2 film singkat yang berbeda meski salah satu tokohnya sama (Joker). Bagian pertama adalah favoritku. Tentang pelatihan marinir yang disiapkan untuk perang Vietnam.
Adalah Pyle (Leonard Lawrence), calon marinir yang canggung, bertubuh besar, dan serba lamban dalam melakukan segala hal. Lalu Sersan Hartman (R Lee Ermey) sebagai pelatih para marinir yang kejam dan penuh doktrin. Hmmm... agak lupa jalan ceritanya. Hahaha... yang jelas stelah berbagai kegagalan, hukuman, cemooh dan lecutan, Pyle berusaha menunjukkan diri bahwa dia bisa dan punya kemampuan sama dengan marinir yang lain. Tetapi di saat ia berhasil, saat itu pula agaknya pikiran Pyle sudah "terganggu". Ditembaknya Hartman, sebelum membunuh dirinya sendiri dengan pistol. Akhir yang tragis. Tapi toh, memang untuk ini mereka dilatih?
Di sela-sela adegan latihan tersebut, terdapat banyak adegan yang menggelikan, ini yang membuat film ini tidak terlalu berat dan menghibur. Sementara film kedua juga tragis, ada adegan perang dengan mengambil lokasi di Inggris, dengan membuatnya seakan Vietnam. Tapi tak terlalu nyantol di memory.
Film Kubrick sendiri yang pernah kulihat ada 2, salah satunya
Barry Lyndon, 1975, dibintangi Ryan O'Neil. Penceritaannya menarik! Menurutku dia melihat apa yang tidak dilihat orang.
Hayaaaaaahhh... :p