(Wah, kek kejar tayang nih liputannya.)Sejak pagi hari, Solo mendung. Kupandang langit sebelah Barat Laut pun mendung. Sempat kawatir akan turun hujan, yang akan mengganggu kencanku dengan
Mbak Budi Banyumili. Namun syukurlah, sepanjang pagi hingga siang ini hanya beberapa tetes hujan yang menyapaku
*hayaaahhh*Pagi menjelang siang aku baru meninggalkan rumah, ke pasar Klewer dulu mencari kostum tari dan beberapa daster titipan Mbak Budi. Setelah memilih dan menawar
(di Pasar Klewer klo gak nawar kok rasane gak afdol), aku melanjutkan perjalanan ke Boyolali. Solo - Boyolali tak seberapa jauh dan tak akan membuatku capek oleh karena itu aku memakai motor Kaze tuaku. Toh ini jalur yang dulu sering kulalui untuk pendampingan petani di Cepogo dan Selo, pikirku.
Kurang lebih 40 menit perjalanan aku sudah sampai di rumah Mertua Mbak Budi. Tak perlu tanya sana sini, karena gampang banget dicari. Mbak Budi menyambutku di depan pintu. Duh, ibuuu... dikau mungil dan cantik. Tak kusangka Mbak Budi ini putih sekali kulitnya
*sambil ngelirik warna kulit sendiri* dan bersemu merah yang sehat. Lalu berkenalan dengan suami
(duh mbak, aku lupa nama suamimu... ampunkan diriku! hihhi), Tio dan Lula--2 bontotnya, juga keluarga mas-nya yang saat itu ada disitu. Bersalaman dengan ibu mertua dan juga bapak mertua yang sedang sakit
(mugi enggal senggang Pak..).
Yah, aneh, tapi sering terjadi. Seperti ketemu teman-teman MP yang lain. Baru ketemu saja sudah bisa asyik ngobrolnya. Mulai dari masalah pekerjaan, kuliah, aktivitas seni budaya, hingga keluarga. Apalagi Mbak Budi dan suami pun ramah. Meski tak terlalu lama aku disana, kira-kira 1,5 jam-an, tapi rasanya sangat menyenangkan dan ingin mengulang kembali.
Ada foto kami berdua dengan Lula yang
longgor (sebutan dalam bhs Jawa untuk ukuran tubuh yang besar, dibanding usianya yang baru 1,5 tahun). Tapi ada di kamera Mbak Budi, jadi tunggu Mbak Budi online deh... Hahahaha
Pulang dari Boyolali aku mampir ke kantor--secara kantor lebih deket daripada ke rumah, numpang internet, dan menuliskan ini... Terima kasih untuk pertemuannya, dan oleh-olehnya
(yang ini rahasia, ntar yg lain pengen.. hihihi). Kapan-kapan ketemuan lagi ya mbak!