
Leuit atau lumbung tempat penyimpanan padi adalah salah satu kearifan lokal di dusun Ciomas Desa Ciusul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Jumlah lumbung yang dimiliki oleh satu kepala keluarga minimal sebuah, selebihnya tergantung pada luas lahan dan hasil panen yang dimiliki.

Di desa ini rata-rata setiap rumah tangga mempunyai 5000 m2 sawah berpengairan teknis dan/atau ladang. Sawah ditanami satu kali dalam satu tahun dengan menggunakan benih padi varietas lokal. Masa tanam padi ini adalah enam bulan. Diantara puluhan jenis yang ada, terdapat lima jenis padi yang paling sering ditanam. Tiga diantaranya ialah padi yogya yang berwarna hitam, padi seksek yang berwarna merah, dan padi pete yang berwarna putih.
Hasil panen akan disimpan dalam bentuk pocong. Setiap pocong terdiri dari 3 ikat dimana tiap ikat seukuran genggaman tangan orang dewasa. Satu pocong padi jika diwujudkan dalam bentuk beras kurang lebih menghasilkan 3 liter beras.
Untuk setiap 100 pocong hasil panen, setiap KK harus memberikan 1 pocong untuk persediaan di lumbung desa. Padi yang disimpan di lumbung desa digunakan untuk keperluan acara adat dan untuk membantu warga yang mengalami kesusahan.
Salah satu kebijakan adat yang berhubungan dengan padi ialah larangan menjual beras dan nasi. Bila terpaksa melakukan penjualan, Warga hanya diperbolehkan menjual padi yang belum digiling, atau masih berbentuk pocongan. Penjualan padi pun terbatas untuk keperlukan proses produksi berikutnya, misalnya untuk membeli pupuk, atau membeli tanah sawah. Sementara untuk keperluan konsumtif dan menyekolahkan anak, masyarakat akan memakai uang hasil usaha lainnya, yaitu berdagang, menambang emas, atau menjadi kuli.
Untuk menghasilkan beras, sebagian masyarakat kadang kala masih menggunakan lesung untuk menumbuk dan melepaskan bulir padi dari kulitnya. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh para ibu. Hasil sampingan tumbukan padi ini digunakan sebagai pakan ayam, biasa disebut bekatul. Padi yang ditumbuk diyakini menghasilkan rasa beras yang lebih enak daripada beras yang digiling di penggilingan.
Leuit, atau lumbung, adalah cara masyarakat Ciomas menjaga ketersediaan pangan mereka sampai masa panen berikutnya. Untuk apa impor beras kalau kita bisa membangun ketahanan pangan kita?