
Pernahkah merasa kehilangan cinta? Pernahkah kau merasa gersang dan tak bernyawa? Namun kau tak ingin meninggalkannya....
Profesi dan aktivitas di NGO adalah pilihan dengan konsekuensi tidak secure secara financial. Dan inilah yang kupilih sejak aku lulus kuliah. Meski pernah beberapa kali di profit company, namun inilah kecintaanku, area terlama yang mampu aku gumuli. Kembali ke masalah insecure financial, beberapa bulan lalu, aku sempat berpikir dan mencari peluang untuk memperoleh side income. Dari sesuatu yang bisa kukerjakan, tidak mengganggu aktivitas utamaku, sesuai dengan talentaku, dan tetap membuatku suka cita saat mengerjakannya. Akhirnya muncul order menterjemahkan dokumen tentang foreign exchange dari seorang teman. Dan aku melakukannya dengan senang hati, kuupayakan yang terbaik, termasuk mempelajari dunia foreign exchange supaya aku bisa memahami konteksnya.
Tapi order translation hanya insidental. Akhirnya aku mengupayakan hal lain. It is really graceful, that my cake business can start and it is really demanded. Eventhough I still do it in a small capacity. Setelah lebih tiga bulan berselang, aku membangun mimpi-mimpiku yang berikutnya dalam bisnis ini. Sejalan dengan itu pula, dalam aktivitas utamaku di NGO, aku mulai mengalami penurunan motivasi karena berbagai alasan; kemurnian para mitra, working environment, dan teman kerja yang satu visi.
Saat ini adalah posisi terlemahku dalam aktivitas NGO. Meski tak pernah terpikir aku akan meninggalkan ini, aku blum bisa meninggalkan kecintaanku ini. Sebaliknya, dalam bisnis kue, I am really full of spirit dengan banyak mimpi dan rencana yang mulai akan aku wujudkan dalam bulan ini juga. Dengan kata lain, inilah waktuku untuk ngeset bisnis kue secara serius.
Beberapa hari lalu, aku mendapat tawaran teman lama untuk jadi free lancer translater dalam bisnisnya dengan sistem kontrak 2 bulan dan peluang bergabung dalam posisi GA atau PR pada bulan berikutnya. Sungguh tawaran yang menarik. Secara jangka pendek, fee kontrak translation lumayan, meski tak banyak. Dalam jangka panjang, ada peluang yang cukup bagus, masuk dalam profit company yang selama ini tak pernah kujamah, merasakan tantangan dan excitement yang berbeda. So sexy and challanged. Namun hal ini tetap menghadapkanku pada pilihan yang sangat sulit. Tiga pekerjaan sekaligus? Mampukah aku? Tidak. Aku tak mampu, apalagi karena bisnis kue yang kurencanakan baru dalam tahap awal, banyak yg harus aku set. Jika harus mengorbankan salah satu pekerjaan? Apa yang musti kukorbankan? Apa kriterianya?
Setelah bergumul sehari penuh, dengan pertimbangan jangka panjang, akhirnya kuputuskan memindahkan tawaran jadi translater kepada teman lain, yang kupikir lebih membutuhkan side income katimbang aku. Aku memilih untuk terus terlibat dalam aktivitas NGO dan membangun mimpi pribadi dalam bisnis kue, meski secara financial akan lebih rendah dibanding tawaran temanku itu. Namun, kebutuhan dan kompensasi tidak selalu bisa dihitung secara matematis kan?
Namun kenyamanan pilihan profesi akhirnya terganggu juga dengan kabar yang sebelumnya telah kuprediksi. Zen, partner kerjaku selama 5 tahun ini, Kadiv dan PIC, mentor, dan juga sahabat... memutuskan untuk resign dan kembali beraktivitas diantara komunitas lamanya di Riau. Dan akulah yang diharapkan (diminta) menggantikannya. Menjadi PIC--semacam koordinator program, jadi Kepala Divisi Penelitian... Ya, aku!!!
Bagaimana jika kutolak? Siapa kandidat lain di lembaga ini yang bisa menggantikan posisinya? Dan sebenarnya bagaimana komitmenku pada pergerakan ini? Jika kuterima, apakah aku mampu? Dengan beban kerja yang ada, masih bisakah aku bersibuk ria di dapur?
Disisi lain, aku saat ini (merasa) terpuruk, lack of motivation, feeling lonely ditinggal teman yang sehati, feeling upset among the working environment and partners attitudes... Aku tidak (baca: blum) ingin meninggalkan aktivitas di NGO. Aku membutuhkan support yang selayaknya dan suntikan motivasi yang mampu membuatku bangkit dari keterpurukan. Aku ingin kembali pada cintaku yang mula-mula. Aku tak mau menjadi robot tak bernyawa yang menjalankan kerja hanya karena job describtion tanpa touch yang cukup. Aku harus hidup. Aku harus bangkit! Please... help!!
Apakah aku harus pergi juga? Jika tak kunjung kutemukan cinta...

 | aku bisa bantu apa Haley? |
Comment deleted at the request of the author.
 | mbak Haley, gak ada manusia yang sempurna. Alhamdulillah aku mapan secara finansial dengan pekerjaanku sekarang.. Selain itu, aku lagi usaha menggapai mimpi untuk memulai satu bisnis.. 'bayi' kita sama mbak, baking and cakery... tapi, aku masih punya mimpi yang lain, yaitu kerja dan gabung dengan LSM, seperti WWF, GP, NGO... Aku belum bisa mewujudkan itu sekarang, mbak. Maybe someday... See? mbak Haley punya sesuatu yang aku impikan selama ini...so, be proud for what we are now... and love what we have now... Tetap semangat ya, mbak.. *hugs* |
 | kepuasan hati kadang tidak dapat diukur dengan materi... jadi pingin balik lagi ke non profit co tapi dengan finansial yang mencukupi....hehehe |
 | Mereka tidak pergi Haley. Kamu akan selalu di hati mereka. |
 | Dengarlah suara hatimu. Mungkin terdengar klasik ya, tapi kalau membuat bahagia, mengapa tidak. |
 | aku bantu doa ya, semoga apapaunkeputusanmu bisa memiliki arti yang baik buatmu kelak, dan the most important thing is that you will respect and be delightful with your decision. sukses!!! |
| |